Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Bangunan yang layak huni untuk shalat berjamaah warga sekitar itu tak begitu saja berdiri. Sebuah cerita melekat melatar belakangi berdirinya Nurul Huda yang didirikan sekitar tahun 1984 oleh para tokoh Desa Gilimanuk yang kala itu masih berusia belasan tahun, dan masih berupa langgar (sebutan tempat sholat kecil). Konon waktu itu pendirian diprakarsai bapak Maneso dkk. Dengan semangat kegotong-royongan yang tumbuh masa itu akhirnya terealisasai dengan ukuran 4 x 6 atau 24 m2, dan bapak Maneso sendirilah yang saat itu ditunjuk menjadi imam. Seiring berjalanya waktu, pada tahun 1995 langgar-pun direnovasi dan digeser sebelah kanan, juga diperluas ukurannya menjadi 5 x 9 atau 45 m2, ditambah teras dan diberi nama “Musholla Nurul" Huda” Dan pada tahun 2000 dikarenakan Musholla masih berdiri diatas tanah warga yang belum tau nasib setatus tanahnya. Maka pada tahun 2002 salah seorang warga bernama Maneso bersedia menyumbangkan tanahnya untuk diwakafkan. Akhirnya di penghujung tahun 2003 dimulailah pembangunan besar hingga diresmikan pada tanggal 3 mei 2009.
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Khutbah Pertama اَلْØÙŽÙ…ْد٠للهÙ..